Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bandung periode 2014-2014
diawali dengan diamanahi menjadi Wakil Bendahara Umum semester 1 periode 2014-2015.
pada semester 2 menjadi Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bandung periode 2014-2015.
tidak banyak program yang dikerjakan. Namun, pada periode ini memberikan cukup banyak dimulai dengan perombakan pengurus semester 2 yang mencoba membantu teman untuk menjadi kepala bidang pemberdayaan aparatur anggota agar terjadi nya perubahan yang signifikan dan kejelasan agenda Himpunan Mahasiswa Islam cabang Bandung. akan tetapi hal tersebut tidak tercapai karena beberapa alasan yang mungkin bisa dibilang tidak masuk akal (politis).
pada akhirnya dipenghujung kepengurusan HmI Cabang Bandung sudah tidak lagi memberikan kontribusi dalam basis keumatan. internalisasi pengurus hanya menjadi ritual semata. tidak berdampak apapun. keputusan yang dicapai hanya keputusan politis.
BERANGKAT KE KONGRES
pengalaman inilah yang mungkin semua kader tidak bisa melupakan nya, dimulai dengan kondisi kongres, kandidat (calon) ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, konflik antar cabang, konflik antar pengurus, cuaca kota tempat kongres,bahkan mungkin ada yang menjadi kisah percintaan antar kader. pada saat itu kita menghadiri kongres yang ke 59 di kota Pekanbaru, Riau. cuaca yang sangat panas. namun terkadang hujan di sore hari nya.
pada intinya cerita dan pengalaman kongres sedikit banyak memberikan ilmu yang bermanfaat. meskipun kondisi setiap kongres ricuh.
PLENO II HMI CABANG BANDUNG
Tiba saat nya melaporkan hasil kinerja kita di semester 2. laporan pertanggung jawaban saya ya tentunya saja tugas, kinerjanya sebagai bendahara umum. pleno 2 berlangsung selama 2 hari di rumah perjuangan HMI jl.sabang no.17. akan tetapi menurut saya, evaluasi kurang begitu berjalan dengan semestinya. yang seharusnya evaluasi adalah pembahasan program-program yang sesuai dengan kebutuhan kota bandung saat itu ataukah tidak, apabila tidak ya direkomendasikan hal yang seharusnya menjadi kebutuhan masyarakat kota bandung. bukan terlalu banyak membahas teknisnya saja kalo membahas teknisnya saja bagaimana substansi program tersebut. hasilnya apa, bagaimana dan kemudian rekomendasi yang kongkrit itu apa.
demikian lah sedikit cerita tentang saya dan HMI selama 3 tahun ini. terimakasih HMI, teman-teman kader HMI, alumni HmI, dan pihak terkait yang telah membatu HmI sampai saat ini. cerita ini sedikit banyak merubah pola pikir, tindakan, dan "big think" saya kedepannya. sukses untuk kita semua,



